Senyuman si Alis Tebal

alis-tebal
Suatu ketika…

Saat aku bertemu dengannya…

Dalam keadaan yang tak sengaja…

 

Aku melihat matanya…

Dengan alisnya yang tebal…

Senyumannya yang menawan…

Bagaikan rembulan bersinar ditengan bulan…

 

Aku tersipu…

Aku sedikit malu…

Tapi,…

Aku beranikan diri untuk menyapanya…

 

Walau hanya bertegur sapa, tanpa bicara…

Ucapan “hai” cukup untuk mengakrabkan waktu itu…

Tapi,…

Tak jumpanya dalam waktu yang lama…

Aku masih ingat dan mengharapkannnya…

 

Hingga kini kau masih ku harap kehadirannya…

Walau hanya pandangan mata, itu sudah cukup bagiku…

Untuk mengobati rasa rindu yang tak sebenarnya belum waktunya…

 

#purbalingga, 15 agustus 2014

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *