Cerita dibawah ini bagus untuk kita renungkan sejenak, yuk baca pelan-pelan…

Di pintu masuk Kebun Binatang, tertulis tarif :

Tiket : Rp 50.000,-/orang

Karena beberapa lama tidak ada Pengunjung, maka harga tiket diturunkan menjadi : Rp 25.000,-/orang

Namun masih tidak ada juga Pengunjung yang datang. Akhirnya kembali ia turunkan tarif tiket menjadi hanya : Rp 10.000,-/orang.

Dan tetap tidak ada pengunjung yang mau masuk..!!!
Akhirnya ditulislah pengumuman :

“MASUK GRATIS”

Dan tiba-tiba banyak orang yang berebutan ingin masuk.

Ketika Pengunjung di dalam penuh, Sang Pawang membuka semua pintu Kandang Binatang Buas, seperti :
● Singa;
● Harimau;
● Macan;
● Serigala;
● Ular, dsb.

Pengunjungpun sontak pada PANIK..!!!
Kemudian Pintu Keluar di KUNCI.
Lalu di Pintu Keluar itu dia tulis :
Keluar Bayar Rp 500.000,-
Kemudian BANYAK orang berebut membayar dengan maksud menyelamatkan diri.

Sahabatku….
Inilah ironi kehidupan.
Ketika ditawarkan HIDUP SEHAT :
● Pakai Masker
●”Jaga Jarak
● Hindari Keramaian
●”Cuci Tangan Pakai Sabun
● Makan Makanan Sehat & Bergizi
● Istirahat yang cukup
● Olahraga, dsb
Demi menjaga KESEHATAN sebagai upaya PENCEGAHAN PENYAKIT banyak orang enggan, TIDAK MAU.

Tapi kalau sudah masuk RUMAH SAKIT, berapapun mahal biayanya PASTI dibayar asal bisa sembuh, sekalipun harus jual ASSET dan ber~HUTANG…!!!

Semoga Terinspirasi..!!!

Jack Ma pernah bilang :
“Jika pisang dan uang diletakkan di hadapan seekor Monyet, maka Monyet akan memilih pisang, karena Monyet tidak mengerti bahwa uang bisa digunakan untuk membeli banyak pisang”.

Demikian pula,
“Dalam kenyataan hidup, jika Uang dan Kesehatan diletakkan dihadapan orang, pasti orang akan memilih Uang, karena terlalu banyak orang yang tidak mengerti bahwa Kesehatan dapat berguna mendapatkan lebih banyak Uang dan Kebahagiaan”.

TIDAK ADA YANG MAHAL, KECUALI HANYA KESEHATAN YANG PALING MAHAL. SEGALA APAPUN BISA DITUNDA, KECUALI HANYA, KESEHATAN YANG TIDAK DAPAT DITUNDA.

Tulisan yang bagus & edukatif… Mungkin bisa disampaikan ke teman2 lain dan kepada Masyarakat di sekitar kita. Terima kasih.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *