Hukum Perempuan Memakai Parfum Jika Keluar Rumah

hukum parfum untuk perempuanBissmillahirahmanirrahim,…

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Wanita mana saja yang memakai harum-haruman, maka janganlah dia menghadiri shalat Isya’ bersama kami” (HR. Muslim no. 444).

Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah SEORANG PELACUR” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Demikianlah yang terjadi, banyak wanita saat ini tidak mempedulikan hal ini. Sehingga banyak pria akhirnya tergoda dan berbuat nakal. Coba bayangkan bau parfumnya saja bisa tercium walau kita sudah menjauhinya sejauh 100 meter 🙂

Berhias diri yang terbaik bagi wanita adalah di HADAPAN SUAMINYA. Janganlah tebar pesona kepada pria yang belum halal.

Semoga Allah memberikan wanita hidayah demi hidayah.
(Ust. Muhammad Abduh Tuasikal)

23 thoughts on “Hukum Perempuan Memakai Parfum Jika Keluar Rumah

  1. weleh…weleeeh… jangan main pukul rata kalo semua laki2 seperti bandot yg doyan ngerusak perempuan dan gak bisa ngontrol nafsu…

    banyak laki2 yg BERMORAL dan tidak berorientasi pada SELANGKANGAN belaka dalam menghadapi perempuan… Sorry.. kalo sang junjungan berpendapat begitu, itu artinya dalam menghadapi perempuan, orientasinya hanyalah WILAYAH SELANGKANGAN.

    JANGAN HIDUP DI JAMAN JAHILLIYAH LAGI LAH…

      1. Semua demi menjaga si perempuan itu sendiri gan, sama halnya memakai perhiasan berlebih bisa mengundang hal2 yg tdk di inginkan. Baik tidaknya bisa membayangkan jika itu istri kita, di rumah jarang dandan dan pke parfum klo keluar selalu…lalu apa juga yang anda rasakan jika berdekatan dg cewe/ibu/tante yang bau parfumnya menggoda? kebanyakan orang pasti senang dan mau lebih 🙂

        Intinya si menjaga…

  2. yah kalau semua itu tergantung dua sisi dan cara berpikir kita, termasuk cowo dan cewek…lalu bagimana pria yang memakai parhum dikumpulan para wanita? bukankah itu menggoda… hanya pendapat pribadi bro… he

  3. menurut saya hadits tdk boleh diterima mentah-mentah, krn hadits merupakan ucapan manusia yg sangat mungkin bersifat temporal & lokal,meski mrpkan inspirasi langsung dr tuhan. patung dlm hadits juga dilarang & diharamkan, tp hal itu ada alasannya. krn mental kebanyakan orang di jaman nabi adalah penyembah berhala. apakah saat ini hal itu relevan..?

    msh banyak hadits lain yg shahih. sanad & rawinya jelas. namun tetap perlu ditafsir ulang. well …semoga kita dijauhkan dari ilusi akan kebenaran ..

    1. Kalau yang meriwayatkan hadits terpercaya dan dikatakan sahih tentu kita seharusnya percaya ttg keilmuan mereka (pendahulu kita), dan jika sudah jelas sahih kok masih ga percaya mungkin otak manusia sekarang yang perlu di luruskan. Kita jaman sekarang ini otak sudah banya terkontaminasi dari berbagai hal terutama dari segi makanan (halal/haram/meragukan), sehingga seperti mas arif katakan “sifat temporal” dan lain2 akan lebih terlihat dari akhlaknya. Mas arif dan kita semua masih perlu memahami sifat kerasulan rosulullah, yang sama2 manusia tapi beda derajatnya – yang sama2 manusia tapi dia tidak pernah salah dalam menyampaikan sesuatu karena dia di bimbing langsung oleh tuhanNya. Kalau kita mempercayai rosul masih bisa salah, lama2 al-quran perlu direvisi sperti pemikiran orang2 barat yang tak beriman…(maaf ini merurut saya).

      1. reintepretasi atau tafsir ulang terhadap text naqli (Alquran/Alhadits) boleh saja, tetapi jangan paksa naqli mengikuti aqli. yang seharusnya adalah aqli mengikuti naqli. seberapa sih kekuatan akal berani memastikan tentang kebenaran? bukankah aqli sifatnya temporer, karena begitu muncul pendapat baru yang lamapun good by.

  4. hadist shahih dengan rawi dan sanad shahih tidak perlu diperdebatkan lagi akan kesahihannya karena orang awam tidak bisa mengerti akan ilmu hadist dengan benar karena itu ada ilmunya sendiri…
    cukup bagi awam untuk membenarkan walaupun belum bisa mengamalkannya..

  5. Semoga Allah SWT,tetap memberiku iman Islam yg teguh walaupun kondisi dunia mulai ragu dengan kebenaran Rasullullah SAW karena merasa logika dianggap lebih baik….!!! Astagfirullah hal adhim

  6. “…semua tergantung niat, mungkin yang penting jangan berlebihan dalam segala hal, segala sesuatu dibuat tentu ada maksudnya, sampaikanlah kebenaran itu walau sekecil dzarah…, mengenai setuju atau tidak semua tergantung pribadi masing-masing tentunya…”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *