Puasa Sunnah Arafah Dan Idul Adha

You are here:
Home » Islami » Puasa Sunnah Arafah Dan Idul Adha

Puasa Sunnah Arafah Dan Idul Adha

 

Bismillah, . . .
Hari ini memasuki tanggal 9 dzulhijjah atau bulan haji dalam kalender hijriyah, kaledernya umat islam. Pada hari ini umat islam di sunnahkan menjalankan ibadah puasa sunnah atau biasa di sebut juga  dengan puasa ‘Arafah. Puasa ‘Arafah ini di anjurkan bagi kita yang tidak ikut menjalankan ibadah haji ke mekah sehingga agar kiranya menjalankan ibadah ini di kampung kita masing-masing.

Mengenai keutamaan ‘arafah ini Rasulullah SAW bersabda :
Puasa hari ‘arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang lepas dan yang akan datang, dan puasa assyura (10 Muharam) menghapuskan dosa setahun yang lepas” (HR.Muslim)

Di sebutkan juga di hadis Qudsi :
Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan  dan minuman semata-mata karena Aku
Dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah SAW bersabda :

Tidak seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasa itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun” (HR.Bukhari Muslim)

Itulah beberapa hujjah tentang puasa, terlebih lagi puasa ‘Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah yang di tekankan di postingan ini.

Sementara itu untuk informasi lainya mengenai jatuhnya hari raya ‘Idul Adha 2010 ada sedikit perbedaan antara dua ormas islam terbesar di indonesia yaitu Muhammadiyah dan NU (Nahdatul ‘Ulama). Umat NU sendiri dan pemerintah sepakat hari ‘Idul Adha 2010 jatuh pada tanggal 17 Nopember, sedangkan untuk sahabat kita (Muhammadiyah) menetapkan tanggal 16 Nopember 2010.

Ini menjadi berbeda satu hari, antara Muhammadiyah dan NU dengan Muahammadiyah terlebih dulu yang melaksanakan hari raya ‘Idul Adha atau biasa di sebut juga hari raya Qurban. Perbedaan ini terjadi pada perbedaan prinsip dalam perhitungan yang di lakukan pada masing-masing organisasi islam terbesar di indonesia ini.

Bila NU menggunakan prinsip inkanur rukyat dua derajat, sedangkan sahabat kita dari Muhammadiyah menggunakan prinsip atau kaidah hisab wujudul hilal di atas ufuk 0 derajat. Inilah dasar yang masing-masing Muhamadiyah dan NU gunakan untuk menghitung jatuhnya  10 dzulhijjah atau hari ‘Idul Adha.

Semoga perbedaan ini bukan penghalang untuk kita bisa bersatu,  justru saling mengisi dalam kekurangan yang ada pada diri kita masing-masing. Jangan terpancing dan terpecah hanya karena berbeda jalan, tapi lihatlah tujuan kemana kita akan jalan itu. Penulis sendiri adalah orang yang hidup pada dua lingkungan yang berbeda prinsip ini, tapi sama sekali tidak paling membenarkan salah satunya.

Ini di pelajari dari beberapa sumber, mohon maaf sekiranya banyak yang keliru. Ini semata karena kebodohan penulis sendiri, dan sekiranya juga ada yang bermanfaat mari kita ambil hikmahnya bersama-sama. Hidup dalam perbedaan selalu kita hadapi, untuk kita saling mengenal satu dengan yang lain, akhirnya salam sejahtera untuk kita semua :)

Kata kunci yang masuk:

  • puasa idul adha
  • puasa sunah idul adha
  • puasa sunnah idul adha
  • puasa idul adha berapa hari
  • puasa sunah haji
  • puasa sunnah haji
  • puasa sunat idul adha
  • sunnah idul adha
  • puasa sunnah arafah
  • puasa jelang idul adha
  Posted by 2 Komentar
 
WARNING: BEST TOOL FOR AMAZON | EXAMPLE BLOG: CT2014.BLOGSPOT.COM
   
2 Komentar di » Puasa Sunnah Arafah Dan Idul Adha  
  1. ismedia net says:

    Assalamualaykum ww,
    Terima kasih ilmunya semoga penulis senantiasa dimudahkan urusannya

  2. ojo dumeh says:

    AWW
    Setelah sy baca blog ;ewat geogle “mantan kyai nu dan puasa arafah” ternyata baru tahu kalau dalil hadis ttg puasa arafah termasuk lemah al karena ada salah satu perawi yg dikenal keredaksiannya dan hafalannya lemah plus dukungan dalil hadis sohih lainnya yg menyatakan bahwa Nabi n sahabatnya tdk puasa arafah baik saat menjalankan ritual haji maupun pada waktu tidak. jadi alangkah baiknya bila umat Islam berlapang dada menrima kebenaran walau ego kt menolaknya itu semua demi kejayaan Islam bersama dan menjaga kesohihan yg sebenarnya hadis Rosululloh SAW sehingga tidak menimbulkan masalah ketidakkonsistenan antara dalil satu dg dalil hadis lainnya bahkan terhadap Kitab Suci Alqur’an sendiri yg memang tdk bisa diubah oleh siapa pun.Alangkah baiknya bila ada koreksi yg memang lebih benar semua kita untuk menerimanya jangan sampai justru membuat bbg pembenaran yg berujung pada ancaman pembohongan terhadap Sabda Rosulullah SAW baik sengaja maupun tdk sengaja yg akhirnya hnya akan merugikan keautentikan dan kemurnian ajran paripurna dan paling sempurna yg jadi panduan umat beriman ini….mksh WWW

 

Tinggalkan komentar anda

Nov
15
2010
 
 
Follow me on Google+