Antara Ngapak Dan Bandek

You are here:
Home » Dari Penulis » Antara Ngapak Dan Bandek

Antara Ngapak Dan Bandek

 
Bismillah, . . .
Setelah beberapa hari ini aku gak ada ide untuk menuliskan sesuatu di blog, mungkin kali ini bisa mewakili mati rasa dalam ngeblog yang kemarin. Kembali ke tema, “Antara Ngapak Dan Bandek” sepertinya akan menjadi perbedaan yang selalu berdampingan. Tentu sudah banyak yang tau apa itu “Ngapak”, yaitu bahasa keseharian orang “Banyumas” yang meliputi  wilayah kabupaten : Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara.

 

Selain wilayah tersebut di atas, setahu aku juga masuk di dalamnya daerah Kebumen untuk wilayah timur, dan Tegal serta Brebes yang ada di daerah barat (juga daerah yang berdekatan). Itu yang umum wilayah yang mempunyai bahasa “Ngapak”, tapi kebanyakan orang juga tahu “Ngapak” ini identik dengan daerah Tegal. Memang dearah ini (menurut yang aku tau) lebih kental dalam “Ngapaknya” di banding daerah lain.

Selain itu mungkin banyak artis yang berasal dari Tegal, misalnya sebut saja “Cici Tegal “atau yang lainya yang membawa bahasa “Ngapak” menjadi bahasa sehari-hari yang di “jual” mereka. Dengan demikian banyak orang lebih tau “Ngapak ya Tegal”. Tapi sejatinya tidak demikian, bahasa “Ngapak” adalah punya semua yang ada di daerah yang aku sebut di atas.

Kenapa banyak persepsi tentang bahasa Ngapak?
Ada yang bilang bahasa “Ngapak” itu Aneh . . .
Ada yang bilang bahasa “Ngapak” itu Lucu . . .
Dan angapan-anggapan lain seputar bahasa “Ngapak” yang masih banyak lagi lainya. Yang lebih tau dan paham ya orang “Ngapak” yang sedang merantau atau berada di daerah timur (jawa). Mereka akan lebih tau apa saja tentang sebutan untuk “Ngapak” ini.

Orang tau “Ngapak” tapi gak tau “Bandek”
Hahaha . . . ini lebih aneh lagi buat aku. Ini berarti orang “Ngapak” lebih laku di jual dari pada “Bahasa Bandek”. Kenapa? . . . orang “Ngapak” tau bahasa “Bandek”. Tapi sebaliknya, orang “Bandek” tidak tau bahasa “Ngapak”. Mungkin dari sini dari anda ada yang bingung, terutama juga orang dari timur (jawa) sendiri.

Lagi-lagi sedikit yang aku tau, bahasa “Ngapak” adalah sebutan oleh orang “Bandek” kepada orang selain bahasa meraka (umumnya orang jawa timur). Dan bahasa “Bandek” adalah sebutan oleh orang “Ngapak” kepada orang -orang yang berbahasa “Jawa Timuran”. Biasanya bahasa “Ngapak” identik dengan kata “Meletek Dewek”, sedangkan bahasa “Bandek” (Jawa Timuran) identik dengan kata “Opo” (yang berakhiran “O”).

Akhirnya apapun sebuatan dan bahasanya, kita tetap orang “Jawa/Jowo”. Perbedaan bukan untuk di cela dan di hina, tapi lebih untuk kita saling belajar memahami bahasa orang lain (sesama orang jawa). Silahkan kalau ada yang mau menambahkan, ini semua bukan sebagai rujukan untuk apapun. Hanya pandangan masyarakat jawa biasa yang merasakan-nya 🙂

Kata kunci yang masuk:

  • jawa ngapak vs jawa bandek
  • bahasa bandek
  • Bandek
  • bahasa tegal lucu
  • NGAPAK VS BANDEK
  • kata kata lucu bahasa jawa
  • kata lucu bahasa jawa
  • kalimat lucu bahasa jawa
  • kata kata jawa lucu
  • kata kata lucu jawa
  Posted by 34 Komentar
   
34 Komentar di » Antara Ngapak Dan Bandek  
  1. Sepertinya penulis artikel ini memang benar2 tidak tahu ttg bahasa jawa dan varietasnya =D. Jawa “Bandhek” tdk didasarkan dari daerahnya kalau ingin tahu yg sebenarnya Jawa Bandhek itu dimana tapi terletak pada pengucapanya,nanti Anda akan tahu dimanakah Jawa Bandhek berada.

    “Bandhek” sebenarnya tdk serta merta didasarkan pada budaya jawa pinggiran yg akhirnya saling lempar dan merendahkan yg enggan dilekatkan pada daerah mereka seperti yg dituturkan Wikipedia yang sangat keliru,bahwa Bandhek adalah jawa pinggiran yg berada diwilayah jawa bagian barat yg termasuk didalamnya jawa yg disebut “ngapak”.

    “Bandhek” berhubungan dengan cara pelafalan/pengucapan huruf tertentu, yaitu huruf “D”. karena pada daerah tertentu dalam berbahasa jawa tidak bisa melafalkan huruf “D” maka mereka disebut sbg “jawa bandhek”.

    Sebenarnya “Jawa Bandhek” hasil akulturasi dari budaya jawa dan sunda. Wilayah yang menggunakan dialek “jawa bandhek” ini adalah wilayah yg berdekatan langsung dg wilayah sunda, disini wilayah yg berpenduduk jawa namun berdekatan dengan wilayah yg berpenduduk sunda adalah wilayah jawa barat pesisir yang kita semua sudah ketahui bahwa wilayah ini bagian selatanya penduduknya bersuku sunda dan utaranya jawa. Nah, jawa inilah yg terkena pengaruh/berakulturasi dg budaya sunda yg akhirnya terjadi perpaduan budaya yg menghasilkan dialek JAWA BANDHEK.

    • eko susilo says:

      Bisa saja anda bilang penulis (saya) kurang cakap/paham dengan literatur bahasa yg sesungguhnya. Sepertinya Anda baru saja membaca sebuah buku atau bahkan baru di ajarkan oleh dosen ttg bahasa ini ya mas 😀

      Saya juga ingin bertanya, apa anda berada dan tinggal di banyumas? purbalingga khususnya?. Perlu mas ketahui, saya menulis seperti itu bukan dari ilmu apapun atau refrensi di buku manapun mas, tapi anggapan dan sebuah “fenomena” dimana daerah saya menyebutnya.

      Saya menulisnya dengan bahasa yang ringan, dan bukan utk bahan refrensi apapun…

 

Tinggalkan komentar anda

Dec
10
2010